Hati-hati! Masih Ngeyel Berkendara Sembari Merokok, Bikers Akan Dijerat Pasal 283
Masih Ngeyel Berkendara Sembari Merokok, Bikers Akan Dijerat Pasal 283 (ist).
.

Hati-hati! Masih Ngeyel Berkendara Sembari Merokok, Bikers Akan Dijerat Pasal 283

motorinanews, Jakarta – Bagi Motorinalovers yang enggak merokok, pastinya akan geram dan kesal bila para perokok, merokok sembarangan di tempat-tempat umum, angkutan umum, bahkan berkendara sembari merokok.

Tentunya mereka tidak suka akan asap rokok yang ikut mereka hirup tersebut. Bahkan sering kejadian, abu rokok dari bikers yang berkendara sembari merokok tersebut, terbang kebawa angin hingga mengenai mata pengendara lain maupun orang lain yang ada didekatnya.

“Hal ini sekaligus menunjukkan bahwa bikers yang masih suka ngeyel berkendara sembari merokok ini, rata-rata abai atau tidak mau tahu dengan pengguna jalan raya lainnya, sehingga abu rokok mereka, terbang dan mengenai mata orang lain,” ucap Syafrudin, owner Udin Motor.

Mungkin bagi orang yang memiliki daya tahun tubuh bagus, efek abu rokok yang mengenai mata tersebut terasa pedih dan seperti terbakar dan enggak menimbulkan efek yang sserius.

“Beda halnya bila yang terkena abu rokok tersebut matanya lebih sensitif, maka akan menimbulkan masalah yang cukup serius,” wanti pebengkel di bilangan Halim Perdana Kusuma, Jaktim.

Dikarenakan hal tersebut, sejak beberapa tahun lalu sudah diberlakukan aturan dilarang menggunakan ponsel atau smartphone saat berkendara, semua pengendara kendaraan, terutama motor, dilarang merokok saat mengendarai kendaraannya tersebut.

Penetapan aturan secara tegas tersebut dilakukan karena banyaknya laporan dan keluhan dari pengguna kendaraan lain yang menjadi korban para pengendara motor yang merekok sambil mengendarai kendaraannya. 

Dan sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 12 tahun 2019 yang berisikan tentang keselamatan pengguna sepeda motor, maka bagi siapa saja yang ketahuan merokok di atas kendaraannya yang sedang melaju, maka akan dijerat dengan Pasal 283, pelanggaran UU Nomor 22 Tahun 2009, yang dendanya sebesar Rp750 ribu atau sanksi berupa kurungan selama 3 bulan maksimal.

Sayangnya, aturan tersebut tidak berlaku kepada orang yang menumpang atau yang dibonceng  di bangku belakang. Pasalnya dengan merokok, pengemudi akan terganggu konsentrasiya, sedangkan penumpang tidak memiliki tanggungan untuk mengemudikan kendaraan. (Banar)

# TAGS : Merokok berkendara abu rokok berkendara sembari merokok